SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmen dalam pengembangan infrastruktur hijau di wilayah kepulauan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, didampingi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si., menerima audiensi strategis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta People-Centered Economic Business Institute (IBEKA) di Ruang Rapat Gubernur, Kamis (5/3).
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting terkait hibah teknologi Hybrid Compact Photovoltaic (PV) berbasis smart microgrid dan Battery Energy Storage System (BESS). Inovasi ini dirancang sebagai solusi penyediaan energi bersih yang andal guna mendukung aktivitas domestik masyarakat sekaligus kebutuhan industri pariwisata di Kepulauan Karimunjawa.
Integrasi Energi dan Desalinasi
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur untuk meningkatkan daya dukung serta daya saing pariwisata berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya ini tidak hanya difungsikan untuk pemenuhan kebutuhan listrik, tetapi juga diintegrasikan dengan sistem:
- Filtrasi Air: Memastikan kualitas air konsumsi sesuai standar kesehatan.
- Desalinasi: Mengolah air laut menjadi air bersih untuk menjamin ketersediaan pasokan di wilayah kepulauan, terutama saat musim kemarau.
Skema Pendanaan Non-APBD
Seluruh dukungan teknis dan pendanaan awal dalam fase hibah ini akan sepenuhnya disediakan oleh IBEKA dan BRIN. Model kerja sama ini diproyeksikan menjadi percontohan (pilot project) yang efisien bagi daerah lain.
Apabila implementasi di Karimunjawa menunjukkan hasil yang optimal, sistem ini akan direplikasi ke berbagai wilayah di Jawa Tengah melalui skema Build Operate Transfer (BOT). Skema ini memungkinkan pengembangan infrastruktur publik yang masif tanpa memberikan beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Melalui sinergi riset dan teknologi ini, diharapkan Karimunjawa dapat bertransformasi menjadi destinasi wisata mandiri energi yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

