SEMARANG – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan langkah strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Desa Dampingan. Bertempat di kantor BRIDA Jawa Tengah, Kepala BRIDA Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si, memimpin langsung rapat koordinasi internal penyusunan meta-plan untuk pelaksanaan program di wilayah Kabupaten Magelang.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pejabat struktural serta pejabat fungsional di lingkungan BRIDA Jawa Tengah. Fokus utama pertemuan ini adalah mensinergikan berbagai keahlian riset dan inovasi guna menciptakan rencana aksi yang komprehensif dan tepat sasaran.
Strategi Berbasis Potensi Lokal
Dalam arahannya, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si menekankan pentingnya identifikasi program prioritas yang didasarkan pada karakteristik unik desa. Beberapa poin krusial yang dibahas dalam formulasi meta-plan tersebut meliputi:
- Optimalisasi Sumber Daya Alam: Pemanfaatan potensi fisik desa secara berkelanjutan untuk mendukung ekonomi kerakyatan.
- Pengembangan Komoditas Unggulan: Fokus pada pengembangan kopi lokal Magelang melalui standardisasi proses dan peningkatan kualitas hasil tani.
- Hilirisasi Produk: Mendorong sertifikasi produk UMKM desa agar memiliki daya saing pasar yang lebih luas dan memenuhi standar legalitas.
- Kreativitas Generasi Muda: Memberdayakan pemuda desa sebagai motor penggerak inovasi dan digitalisasi di tingkat lokal.
Kolaborasi dan Keberlanjutan
Program Desa Dampingan ini tidak hanya menitikberatkan pada bantuan fisik, tetapi juga pada penguatan kolaborasi, partisipasi aktif masyarakat, serta pembinaan yang berkelanjutan. Melalui diskusi intensif ini, diharapkan setiap gagasan dapat bertransformasi menjadi aksi nyata yang berdampak langsung pada taraf hidup warga.
“Sinergi dan komitmen kolektif dari seluruh unsur di BRIDA menjadi kunci utama. Kami ingin memastikan bahwa setiap intervensi teknologi dan inovasi yang kami bawa ke Kabupaten Magelang benar-benar mampu mendorong potensi lokal berkembang secara mandiri,” ujar Kepala BRIDA Jateng dalam forum tersebut.
Dengan disusunnya meta-plan ini, BRIDA Jawa Tengah optimis implementasi program di lapangan akan berjalan lebih sistematis, terukur, dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah yang berbasis pada data dan riset.


