BRIDA JATENG

Beranda / Berita / Optimalisasi Aset Idle Jawa Tengah, BRIDA Jateng Gelar Diskusi Eksplorasi Bersama BPKAD, Akademisi, dan Praktisi Bisnis

Optimalisasi Aset Idle Jawa Tengah, BRIDA Jateng Gelar Diskusi Eksplorasi Bersama BPKAD, Akademisi, dan Praktisi Bisnis

SEMARANG, 11 Agustus 2026 – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Diskusi Eksplorasi Potensi Pemanfaatan Aset Idle guna merumuskan strategi taktis peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (11/8/2026) di Ruang Prayogasala, Kantor BRIDA Provinsi Jawa Tengah, Semarang.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BRIDA Provinsi Jawa Tengah dan dilanjutkan dengan pemaparan materi hasil field assessment penelitian aset idle. Diskusi interaktif dipandu langsung oleh Pengarah Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan (Litbangjirap) IPTEK BRIDA Jawa Tengah guna menggali wawasan dari berbagai perspektif lintas sektor.

Sinergi Pentahelix untuk Nilai Tambah Daerah Forum ini menghadirkan kolaborasi solid yang melibatkan tim Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Tengah, akademisi, serta praktisi bisnis dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO).

Berdasarkan diskusi komprehensif tersebut, terdapat tiga poin rumusan simpulan strategis dalam tata kelola pemanfaatan aset daerah:

  • Penyelesaian Tantangan Investasi: Forum memetakan sejumlah hambatan dari sudut pandang investor, termasuk kelengkapan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) serta penyesuaian Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Luas Bangunan (KLB). Pemerintah diharapkan hadir memberikan mediasi, mengamankan iklim investasi dari resistensi sosial, serta memberikan kepastian di tengah dinamika kebijakan.
  • Penguatan Kolaborasi Lintas OPD: Optimalisasi aset membutuhkan eksekusi terintegrasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). BPKAD berperan dalam inventarisasi dan penyiapan aset, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) beserta Samsat memperkuat lini promosi dan pemasaran, sementara OPD pemilik aset bertugas menyuplai informasi teknis dan kondisi riil di lapangan.
  • Penerapan Pendekatan Land Value Capture (LVC): Optimalisasi aset perlu mengadopsi konsep LVC agar aset berfungsi sebagai generator nilai (value generator). Pendekatan ini ditargetkan memberikan dampak positif berkelanjutan bagi kawasan sekitar dari aspek finansial, pertumbuhan ekonomi, hingga kemanfaatan sosial masyarakat.

Rekomendasi Kebijakan Berbasis Bukti Berbekal hasil field assessment dan elaborasi pakar, BRIDA Provinsi Jawa Tengah berkomitmen melahirkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Kebijakan ini ditargetkan menjadi cetak biru skema kerja sama aset daerah yang fleksibel, berpayung hukum kuat, dan memiliki daya tarik investasi tinggi demi mendongkrak PAD Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to content