MAGELANG – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kedaulatan ekonomi dari tingkat desa. Pada Selasa (24/2), tim BRIDA terjun langsung dalam agenda Pelaksanaan Tindak Lanjut Rapat Koordinasi Desa Dampingan yang bertempat di Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris BRIDA Provinsi Jawa Tengah, Dr. Joko Mulyono, S.STP, M.Si., yang menekankan pentingnya intervensi berbasis riset untuk mengangkat derajat ekonomi desa. Langkah ini mendapat sambutan hangat serta dukungan penuh dari Bappeda Kabupaten Magelang, Pemerintah Kecamatan Grabag, hingga Pemerintah Desa Banjarsari.
Sinergi Ahli dan Pendamping Lapangan
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan forum strategis yang menghadirkan berbagai elemen kunci untuk merumuskan kebijakan berbasis data (evidence-based policy). Turut hadir dalam pertemuan ini:
- Tim Peneliti BRIN CWS Magelang: Memberikan perspektif teknis dan inovasi produk.
- Bappeda Kab. Magelang: Mengawal sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah.
- Pendamping Desa & BPD: Memastikan program selaras dengan kebutuhan akar rumput.
- Perangkat Desa Banjarsari: Sebagai garda terdepan eksekusi program di lapangan.
Menilik Emas Hitam dari Grabag
Sebagai agenda penutup, tim melakukan peninjauan langsung (field visit) ke beberapa titik strategis di Desa Banjarsari. Fokus utama peninjauan tertuju pada lokasi pengolahan kopi yang menjadi komoditas unggulan desa tersebut.
Tim melihat langsung proses pascapanen hingga pengemasan, serta berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi petani lokal. Melalui pendampingan intensif dari BRIDA, diharapkan kopi Banjarsari tidak hanya unggul secara rasa, tetapi juga memiliki daya saing pasar yang lebih luas melalui sentuhan inovasi teknologi dan strategi pemasaran yang lebih modern.
“Sinergi antara akademisi, birokrasi, dan praktisi di lapangan adalah kunci utama dalam mengawal program penguatan potensi desa agar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ungkap perwakilan BRIDA di sela-sela peninjauan.
Menuju Desa Mandiri dan Inovatif
Melalui penguatan Desa Dampingan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap Desa Banjarsari dapat menjadi percontohan desa yang mampu bertransformasi menjadi entitas yang mandiri, inovatif, dan sejahtera dengan mengoptimalkan kekayaan alamnya sendiri.

