Wonosobo — BRIDA Provinsi Jawa Tengah terus mendorong inovasi di sektor pertanian melalui uji coba budidaya Bawang Merah berbasis True Seed of Shallot (TSS) yang telah sukses dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo. Inovasi ini menjadi salah satu terobosan penting dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Jawa Tengah.
Uji coba dan sosialisasi yang dipusatkan di Kecamatan Kalikajar ini melibatkan Kelompok Tani (KT) Wonosari dan KT Talunombo di Desa Simbang. Melalui kegiatan ini, para petani mendapatkan pemahaman menyeluruh mengenai metode budidaya TSS, mulai dari penyemaian, pemindahan bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen. Pendampingan dilakukan untuk memastikan petani mampu mengadopsi teknologi baru ini secara optimal.
Potensi Ekonomi yang Menjanjikan
Hasil uji coba membuktikan bahwa metode TSS menawarkan keuntungan ekonomi yang signifikan. Dengan efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas, petani berpotensi mendapatkan margin keuntungan hingga Rp 20 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan metode budidaya umbi konvensional. Selain itu, inovasi ini juga memberikan beberapa keunggulan:
- Biaya Produksi Lebih Hemat
Penggunaan biji TSS mampu memangkas biaya benih secara drastis, sehingga mengurangi beban modal petani. - Daya Simpan Panjang
Bawang merah hasil TSS memiliki daya simpan lebih lama, memberi peluang lebih baik dalam pengaturan waktu penjualan. - Jumlah Anakan Ideal
Tanaman TSS menghasilkan anakan lebih dari 3 per rumpun, yang meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan.
Meski membutuhkan waktu tanam agak lebih panjang dari fase penyemaian hingga panen, inovasi TSS dinilai sangat potensial untuk diadopsi secara berkelanjutan, terutama di tengah tantangan cuaca ekstrem dan meningkatnya biaya produksi yang dihadapi para petani.
Langkah Menuju Pertanian yang Lebih Mandiri
Dengan keberhasilan uji coba ini, BRIDA Jateng berharap inovasi TSS dapat diperluas ke lebih banyak daerah di Jawa Tengah. Teknologi ini tidak hanya mengurangi risiko kegagalan panen, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan daya saing komoditas bawang merah lokal.
Mari bersama-sama mendukung inovasi pertanian demi kemandirian pangan dan kesejahteraan petani Jawa Tengah!
Bagaimana pendapat Anda tentang potensi budidaya bawang merah dari biji ini?
Tulis di kolom komentar! 👇



