SEMARANG – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah menerima kunjungan kerja dari team Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 24 Oktober 2025 di Kota Semarang. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi komparatif dan diskusi mendalam terkait penguatan sistem inovasi daerah.
Team dari BAPPEDA Bangka Belitung disambut langsung oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dan Infrastruktur Riset dan Inovasi (Kabid SDM IPTEK dan Infrastruktur Risnov) beserta Tim Internal BRIDA Jawa Tengah.
Fokus utama pembahasan dalam pertemuan tersebut meliputi beberapa agenda krusial dalam pengembangan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, yakni:
- Pemetaan Potensi Unggulan Daerah: Strategi yang digunakan BRIDA Jateng dalam mengidentifikasi dan mengembangkan sektor-sektor potensial yang menjadi keunggulan daerah.
- Pembangunan Ekosistem Riset & Inovasi: Langkah-langkah konkrit dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi riset dan inovasi.
- Manajemen Pengelolaan Data Riset dan Inovasi: Tata kelola data yang efektif sebagai dasar penting dalam penyusunan Rencana Induk Pembangunan Jangka Panjang, Penelitian, dan Inovasi Daerah (RIPJ PID).
Dalam kesempatan tersebut, Tim BRIDA Jawa Tengah memaparkan profil kelembagaan dan berbagi pengalaman sukses dalam membangun sistem inovasi daerah yang terintegrasi dan kolaboratif lintas sektor. Jawa Tengah menekankan pentingnya sinergi antara lembaga riset, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk memastikan hasil riset dapat terhilirisasi menjadi produk dan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan kunjungan kerja ini menjadi wadah berharga untuk berbagi praktik baik (best practices) dan memperkuat kerja sama antar daerah. Diharapkan, hasil diskusi ini dapat memberikan inspirasi dan referensi bagi BAPPEDA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam mewujudkan tata kelola riset dan inovasi yang lebih efektif dan berkelanjutan di wilayahnya, sejalan dengan visi pembangunan nasional.
