
SEMARANG – Dalam upaya mendorong pemanfaatan hasil-hasil riset yang nyata guna mengakselerasi pembangunan daerah, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pencermatan Konsep Policy Brief Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jawa Tengah Tahun 2026. Acara strategis ini dilangsungkan di Kantor BRIDA Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BRIDA Provinsi Jawa Tengah, Drs. Mohamad Arief Irwanto, M.Si. Agenda dilanjutkan dengan penyampaian laporan penyelenggaraan oleh Pengarah Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan (Litbangjirap) IPTEK BRIDA Jawa Tengah, Mohamad Miftah, serta diisi dengan sesi pemaparan draf Policy Brief oleh para nomine AKRP 2026.
Penyelarasan Draf Kebijakan Berbasis Bukti
FGD ini mendapatkan antusiasme serta apresiasi yang tinggi dari para peserta, khususnya dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Forum ini menjadi wadah pemaparan 39 draf Policy Brief yang memuat berbagai substansi strategis pembangunan Jawa Tengah. Draf tersebut berfokus pada penyelesaian isu-isu krusial daerah yang terbagi ke dalam enam sektor utama:
- 8 Draf Policy Brief: Sektor kesehatan, gizi masyarakat, dan intervensi medis.
- 7 Draf Policy Brief: Sektor pertanian terapan, bio-inovasi, dan hilirisasi produk herbal.
- 7 Draf Policy Brief: Sektor lingkungan hidup, konservasi, bio-ekonomi, dan transisi energi.
- 6 Draf Policy Brief: Sektor infrastruktur, tata ruang kawasan, dan mitigasi kebencanaan.
- 4 Draf Policy Brief: Sektor pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
- 4 Draf Policy Brief: Sektor ekonomi pesisir, pertumbuhan ekonomi daerah, dan pembangunan desa.

Rekomendasi Kebijakan yang Aplikatif dan Selaras dengan OPD
Melalui proses pencermatan dan diskusi interaktif, forum FGD ini ditujukan untuk merumuskan berbagai masukan konstruktif guna penyempurnaan draf Policy Brief AKRP 2026.
Langkah penyelarasan ini sangat krusial untuk memastikan agar rumusan kebijakan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tepat sasaran dan aplikatif di lapangan. Lebih lanjut, draf Policy Brief ini ditargetkan mampu bersinergi kuat dengan program prioritas pembangunan Jawa Tengah serta sejalan dengan tugas dan fungsi (tusi) masing-masing OPD teknis selaku eksekutor pelaksana kebijakan.
Melalui sinergi antara periset dan pemerintah daerah ini, BRIDA Jawa Tengah optimis inovasi dan riset berbasis bukti dapat menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.
