
PEKALONGAN, 18 Agustus 2026 – Pemerintah Kota Pekalongan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah resmi menjajaki kerja sama strategis untuk menanggulangi permasalahan sampah plastik sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Sinergi ini difokuskan pada penerapan inovasi teknologi pirolisis bernama Fastpol.
Rencana kolaborasi ini dibahas secara komprehensif dalam Audiensi Kerja Sama Program Riset dan Inovasi Strategis yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Pekalongan di Ruang Rapat TAPD BPKAD Kota Pekalongan pada Selasa (18/8/2026). Audiensi ini turut dihadiri oleh perwakilan BRIN, Kepala BRIDA Jawa Tengah, Kepala Bapperida Kota Pekalongan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, serta perwakilan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Pekalongan.
Wali Kota Pekalongan menyambut baik dan menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana kolaborasi riset ini. Menurutnya, penerapan teknologi Fastpol dapat menjadi solusi ganda yang efektif: mengurai tumpukan sampah plastik di daerah sekaligus menciptakan bahan bakar alternatif yang bernilai guna.

BRIDA Jateng dan BRIN Siapkan Fastpol Generasi 5 Dalam pertemuan tersebut, BRIDA Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen dukungannya untuk merealisasikan penempatan mesin Fastpol di Kota Pekalongan. Teknologi ini terbukti mampu mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar cair bernilai tinggi yang setara dengan Bahan Bakar Minyak (BBM). BRIDA Jateng memproyeksikan BBM yang dihasilkan akan sangat membantu memenuhi kebutuhan sektor pertanian dan nelayan di kawasan Pantura, berkaca pada praktik baik (best practice) yang telah sukses diterapkan di Desa Talunombo.
Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan BRIN memaparkan bahwa Kota Pekalongan direncanakan menjadi lokasi pilot project untuk penerapan mesin Fastpol Generasi 5 (BRIN-BSB). Keunggulan dari teknologi generasi terbaru ini meliputi:
- Kapasitas Tinggi: Mampu mengolah hingga 500 kg sampah plastik per hari.
- Optimalisasi Limbah: Dirancang khusus untuk memanfaatkan plastik bernilai rendah (low value) seperti tipe HDPE, PP, LDPE, dan PS.
- Kualitas Terjamin: Dilengkapi dengan sistem treatment aditif dan katalis khusus untuk meningkatkan kualitas BBM yang diproduksi.
- Investasi Jangka Panjang: Memiliki daya tahan operasional hingga 10 tahun dengan garansi perawatan selama 2 tahun pertama. Instalasi akan dilakukan secara permanen.
TPST Kertoharjo Disiapkan Sebagai Lokasi Instalasi Merespons kesiapan teknologi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan mengusulkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertoharjo sebagai lokasi penempatan mesin Fastpol. Lokasi ini dinilai sangat representatif karena telah dilengkapi dengan hanggar seluas kurang lebih 500 m² serta memiliki potensi pasokan sampah plastik hingga 1 ton per hari sebagai bahan baku utama.
Melihat besarnya potensi keberhasilan dari proyek ini, Pemkot Pekalongan juga membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan BRIN di masa depan, di antaranya terkait teknologi pengolahan air lindi, optimalisasi incinerator, hingga penyediaan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum).
Sebagai langkah konkret dan tindak lanjut dari audiensi, Pemkot Pekalongan dan BRIN akan segera menyusun Nota Kesepahaman (MoU) serta naskah akademik (policy brief) yang akan menjadi acuan kebijakan pemanfaatan energi alternatif di Kota Pekalongan.
Kegiatan audiensi ditutup dengan kunjungan lapangan (field visit) bersama ke TPST Kertoharjo dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Degayu guna meninjau langsung kesiapan infrastruktur dan skema pengelolaan sampah di lapangan.
