KENDAL – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah menghadiri kegiatan Launching Inovasi Manajemen Sampah Terpadu dan Pengolahan Sampah Plastik menjadi Bahan Bakar (Petasol) yang diselenggarakan di TPS3R/Bank Sampah Rejomulyo, Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dr. Tri Mumpuni, Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M., Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Acara diawali dengan demonstrasi perdana teknologi fast pyrolysis yang digunakan untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar. Proses tersebut meliputi pemasukan sampah plastik ke dalam reaktor, pemanenan crude oil hasil pirolisis, hingga pengolahan lebih lanjut menjadi Petasol atau bahan bakar minyak terbarukan.
Teknologi ini menjadi salah satu terobosan dalam pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan sampah plastik, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam arahannya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan pentingnya penguatan inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Menurutnya, sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan melalui dukungan teknologi yang tepat.
“Pengelolaan sampah tidak lagi dapat dipandang sebagai beban, melainkan harus menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah. Inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar seperti yang dikembangkan di Kendal ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung ketahanan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seremoni Launching PFsains 2026, penyampaian komitmen dukungan dari Pertamina Foundation, sambutan Bupati Kendal, serta ceremonial implementasi Naskah Kerja Sama (NKS) antara BRIN dan Pemerintah Kabupaten Kendal sebagai bentuk penguatan sinergi riset dan inovasi untuk mendukung pembangunan daerah.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya mendorong pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kehadiran teknologi pengolahan sampah plastik menjadi Petasol diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah,” katanya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mengembangkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Inovasi yang berhasil adalah inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci agar teknologi yang dikembangkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas,” ungkapnya.
Kepala BRIDA Provinsi Jawa Tengah menyampaikan apresiasi atas pengembangan inovasi pengolahan sampah yang telah dilakukan di Kabupaten Kendal. Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pemanfaatan hasil riset dan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
“Pengelolaan sampah berbasis inovasi tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi sirkular yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar inovasi dapat berkembang dan direplikasi di berbagai daerah,” tuturnya.
Melalui inovasi pengolahan sampah plastik menjadi Petasol, Kabupaten Kendal diharapkan dapat menjadi salah satu model pengelolaan sampah terpadu yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.




