SUKOHARJO – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui sentuhan teknologi. Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Diseminasi Inovasi Teknologi dengan tema “Inovasi Teknologi dalam Mendukung Pengembangan UMKM dan Ekonomi Lokal” yang digelar di Balai Desa Tepisari, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Senin (9/3).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala BRIDA Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Pengarah Invensi dan Inovasi, Ibu Ir. Eny Hari Widowati, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa sinergi antara adopsi teknologi dan kreativitas lokal merupakan kunci utama dalam memperkuat struktur ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Sinergi Kebijakan dan Praktik Digital
Kegiatan diseminasi ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten yang memberikan perspektif luas terkait strategi pengembangan usaha, antara lain:
- Bp. Yudi Indras Wiendrarto, SE (Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah), yang memaparkan materi mengenai peran vital UMKM sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.
- Bp. Raditya Wisnu Wardana, SE (Anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo), yang memberikan tinjauan mengenai dukungan bagi pelaku usaha di wilayah Sukoharjo.
- Ibu Anita Rahmawati (Inventor dari Kabupaten Karanganyar), yang memberikan inspirasi praktis melalui materi bertajuk “UMKM Naik Kelas dengan Digital Marketing“.
Transformasi Digital untuk Daya Saing Global
Suasana diskusi berlangsung sangat interaktif pada sesi tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menggali solusi atas tantangan teknis dan manajerial yang mereka hadapi di lapangan. Fokus utama diskusi tertuju pada bagaimana inovasi dapat memangkas hambatan produksi dan pemasaran.
Melalui kegiatan ini, BRIDA Jawa Tengah berharap para pelaku UMKM di Kabupaten Sukoharjo dapat segera mengadopsi teknologi digital. Langkah ini dinilai strategis tidak hanya untuk memperluas jangkauan pasar secara nasional, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Dengan adanya diseminasi ini, diharapkan muncul semangat inovasi baru di tingkat desa yang mampu mentransformasi potensi lokal menjadi produk unggulan yang berdaya jual tinggi.

