KLATEN – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Forum Diskusi Aktual dengan tema strategis: “Inovasi Peluang dan Tantangan Generasi Muda Dalam Mendukung Ketahanan Pangan untuk Menuju Indonesia Emas 2045”.
Acara yang berlangsung di Kabupaten Klaten pada Kamis (20/2) ini, dibuka secara resmi oleh Pengarah Pokja Inovasi dan Invensi, Ibu Ir. Eny Hari Widowati, M.Si, mewakili Kepala Brida Provinsi Jawa Tengah. Forum ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memetakan peran pemuda sebagai penggerak utama inovasi pertanian demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Pemuda Sebagai Lokomotif Inovasi Pertanian
Dalam sambutannya, Ibu Eny menekankan bahwa keberlanjutan sektor pangan sangat bergantung pada adaptasi teknologi dan kreativitas generasi muda. Di tengah tantangan perubahan iklim dan regenerasi petani, keterlibatan pemuda bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.
Perspektif Komprehensif dari Regulator dan Praktisi
Diskusi ini menghadirkan tiga narasumber ahli yang memberikan pandangan mendalam dari sisi kebijakan hingga implementasi lapangan:
- Bapak Hartanto (Anggota Komisi E DPRD Prov Jateng): Menyoroti dukungan regulasi dan anggaran untuk pemberdayaan pemuda di sektor pertanian.
- Bapak Gigit Sugito, S.Sos (Anggota DPRD Kab Klaten): Memaparkan potensi lokal Klaten sebagai lumbung pangan dan peran penting komunitas lokal.
- Sdr. Priyo Djatmiko (Direktur PT. Agrikencana Perkasa Klaten): Memberikan wawasan praktis mengenai inovasi industri pertanian dan peluang bisnis bagi petani milenial.
Sinergi Kolektif Berbagai Elemen
Kegiatan ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh berbagai lapisan masyarakat, yang menunjukkan kuatnya kepedulian terhadap isu pangan. Peserta terdiri dari:
- Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat.
- Karang Taruna dan Petani Milenial.
- Ibu-ibu penggerak PKK.
Interaksi antar elemen ini diharapkan mampu menciptakan sinergi kolektif untuk melahirkan terobosan nyata, mulai dari modernisasi alat pertanian hingga digitalisasi pemasaran hasil tani di Jawa Tengah.
“Langkah ini adalah upaya strategis untuk memastikan kedaulatan pangan kita tetap terjaga di tangan generasi mendatang melalui inovasi yang berkelanjutan.”

