SEMARANG – Sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat basis kebijakan berbasis riset memasuki babak baru. Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RID) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kunjungan kerja strategis ke Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah pada penghujung Januari 2026.
Kunjungan maraton yang berlangsung selama tiga hari (28-30 Januari 2026) ini difokuskan pada satu agenda besar: Pengembangan Rumah Inovasi Daerah di wilayah Jawa Tengah. Langkah ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui hilirisasi hasil riset dan teknologi.
Menyelaraskan Potensi, Mendorong Dampak Ekonomi
Deputi Bidang RID BRIN, Dr. Yopi, yang memimpin langsung delegasi tersebut, menegaskan bahwa Jawa Tengah merupakan salah satu poros riset terpenting di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya menyelaraskan program agar inovasi unggulan daerah benar-benar memberikan dampak nyata secara ekonomi maupun sosial.
“Koordinasi ini sangat penting untuk menyelaraskan program rumah inovasi di daerah, khususnya di Jawa Tengah yang memiliki potensi riset sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Dr. Yopi dalam keterangannya di Semarang.
Rumah Inovasi Daerah diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi para peneliti, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan ide-ide kreatif dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Pemantauan Intensif dan Fasilitasi Riset
Dalam kunjungan tersebut, Dr. Yopi didampingi oleh jajaran pejabat teras BRIN, termasuk Direktur Fasilitasi dan Pemantauan Riset dan Inovasi Daerah, Dr. Ir. Wiwiek Joelijani, M.T., serta jajaran analis kebijakan dan ahli pemanfaatan IPTEK.
Selain membahas kerangka kerja Rumah Inovasi, tim Deputi RID BRIN juga melakukan pemantauan langsung terhadap berbagai fasilitasi riset yang tengah berjalan di Jawa Tengah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa ekosistem riset di daerah berjalan sesuai dengan standar nasional namun tetap mempertahankan karakteristik keunggulan lokal.
Menuju Model Kolaborasi Nasional
Pertemuan ini diharapkan mampu mempercepat implementasi inovasi teknologi di berbagai sektor prioritas di Jawa Tengah, mulai dari pertanian hingga manufaktur. Lebih jauh lagi, integrasi antara BRIN dan BRIDA Jateng ini ditargetkan menjadi model percontohan (pilot project) bagi kolaborasi pusat-daerah dalam membangun ekosistem riset yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Melalui Rumah Inovasi Daerah, Jawa Tengah kini tengah bersiap memperkuat posisinya sebagai provinsi berbasis pengetahuan (knowledge-based province) yang mengandalkan inovasi sebagai mesin utama penggerak pembangunan.




