Dalam upaya menemukan formula waktu sekolah yang paling ideal dan seimbang bagi peserta didik, BRIDA Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan kajian pembahasan krusial bertema “Waktu Sekolah Menengah di Jawa Tengah.” Kegiatan strategis ini mempertemukan seluruh pemangku kepentingan utama untuk melakukan analisis mendalam terkait pola waktu belajar yang paling tepat diterapkan di Jawa Tengah.
Dalam forum tersebut, BRIDA Jateng menghadirkan berbagai stakeholder penting, antara lain Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, DP3AKB, Dewan Pendidikan, serta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Seluruh pihak berkolaborasi untuk menganalisis berbagai aspek yang menentukan efektivitas dan dampak dari penerapan waktu sekolah.
Kajian ini menitikberatkan pada tiga aspek utama:
- Efektivitas Sistem
Para narasumber dan peserta menganalisis secara objektif kelebihan dan kekurangan antara sistem sekolah 5 hari dan 6 hari. Hal ini mencakup efektivitas pembelajaran, durasi kelas, hingga dampaknya terhadap kesejahteraan siswa dan guru. - Keseimbangan Hidup-Belajar
Kajian juga menyoroti upaya menjaga keseimbangan antara waktu belajar, waktu istirahat, dan waktu untuk keluarga. Pendekatan ini selaras dengan semangat Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), memastikan bahwa siswa dan guru tidak mengalami kelelahan berlebihan akibat beban waktu belajar yang tidak ideal. - Adaptasi Lokal
BRIDA bersama stakeholder turut mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana sekolah, kondisi geografis, budaya, serta kearifan lokal Jawa Tengah yang menjadi elemen penting dalam menentukan kebijakan yang aplikatif dan berkeadilan.
Tujuan utama dari kajian ini adalah merumuskan kebijakan waktu sekolah yang adaptif, seimbang, dan visioner, sehingga mampu mendukung terciptanya generasi muda Jawa Tengah yang unggul, produktif, dan berkarakter—tanpa mengorbankan kesehatan mental, waktu istirahat, dan kehidupan keluarga mereka.
BRIDA Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal kajian berbasis data dan bukti sebagai fondasi pengambilan kebijakan pendidikan yang berdampak jangka panjang bagi masa depan daerah. Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan keputusan yang dihasilkan akan menjadi yang terbaik bagi seluruh pelajar dan tenaga pendidik di Jawa Tengah.


